Latest Entries »

video

Bubarnya The Beatles

Bubarnya  the beatles

Semua orang pasti tau nama The Beatles. Namun, tidak semua tau apakah yg menyebabkan bubarnya Band fenomenal ini. Inilah penyebab bubarnya The Beatles

Pada hari yang dingin di bulan januari 1969, The Beatles sedang duduk di sebuah soundstage luas dan lebih dingin lagi di Twickenham Film Studios, London, ditemani oleh orang-orang yang kehadirannya sungguh tak diinginkan mereka: The Beatles juga. Selama berhari-hari, mereka berusaha menulis dan melatih materi baru untuk sebuah konser mendatang yang pertama sejak Agustus 1966 tapi tugas itu tidak berjalan lancar. Satu-satunya di antara mereka yang merasakan urgensi adalah Paul McCartney. Saya tidak tahu mengapa kalian terlibat ini, jika memang tidak berminat, katanya kepada para anggota The Beatles lainnya. Untuk apa? Pasti bukan karena uangnya. Mengapa kalian ada di sini? Saya ada di sini karena saya ingin melakukan konser, tapi saya tidak melihat adanya banyak dukungan.

Paul menatap ke rekan-rekan band-nya, yang telah menjadi sahabatnya selama bertahun-tahun John Lennon, George Harrison dan Ringo Starr dan mereka menatapnya kembali tanpa ekspresi. Beberapa saat kemudian, dia berkata, Hanya ada dua pilihan: Kita akan melakukannya atau kita tidak akan melakukannya; dan saya ingin sebuah keputusan. Karena saya tidak berminat menghabiskan hari-hari saya dengan bermain-main di sini, sementara semua orang lain mempertimbangkan apakah mereka ingin melakukannya atau tidak.
Paul menunggu, tetapi dia tidak mendapat jawaban. Lagi-lagi, The Beatles hanya menatapnya kembali.

Itu sama sekali bukan momen terburuk yang akan mereka alami di hari-hari itu. The Beatles di ambang kematiannya adalah salah satu kisah akhir romansa yang paling misterius dan rumit di abad ke-20, serta salah satu yang paling mengecewakan. The Beatles tak sekadar membuat musik mereka juga menjadi menciptakan sejarah, seperti halnya sebuah kekuatan politis, dan dengan cara yang jauh lebih bermanfaat. Jadi, mengapa The Beatles meninggalkan semua itu? Banyak yang menduga akhir dari The Beatles disebabkan oleh siasat Yoko Ono, cinta sejati legendaris John Lennon, serta kelicikan Allen Klein, manajer baru band itu yang juga kesukaan Lennon, tapi dibenci oleh McCartney. Tapi kenyataannya tak sesederhana itu.

Saya rasa kita tak bisa memecahkan empat orang yang sangat kuat seperti mereka, kata Ono belakangan, walau kita berusaha. Jadi pasti terjadi sesuatu di dalam mereka bukan sebuah kekuatan dari luar. Memang, penyebab yang sebenarnya berada lebih dekat. Penyebab-penyebab itu sudah lama ada di sana, dalam sebuah sejarah yang penuh rasa sakit maupun keajaiban.

Sesi rekaman ini, yang berlangsung untuk pembuatan film maupun album Let It Be, berasal dari inspirasi cemerlang, namun sudah terjadi terlalu banyak masalah ketika McCartney meng-ajukan permintaannya. Selama setahun terakhir, kemitraan The Beatles menjadi semakin goyah. Persahabatan lama John dan Paul, khususnya, mengalami keguncangan. Lennon, pendiri band itu, telah melepas kepemimpinan band itu dalam beberapa hal: lebih penting lagi, dia merasa sudah tidak ingin dibatasi oleh The Beatles, sementara McCartney sangat mencintai grup itu itulah tujuan hidupnya. Kedua pria itu menjadi kekuatan utama band tersebut kolaborasi mereka dalam menciptakan lagu adalah yang terkaya dalam dunia musik populer tapi pada dasarnya, petualangan The Beatles terbentuk oleh temperamen dan kebutuhan John Lennon: Dia membentuk band itu sebagai cara untuk mengurangi perasaan gelisah dan terpisah, setelah ibunya, Julia, melepas hak asuh atas John kepada kakak perempuannya, dan ayahnya meninggalkan kehidupannya sama sekali.

Lennon yang berusia 16 tahun pertama kali bertemu dengan McCartney yang ber-usia 15 tahun di musim panas tahun 1957 ketika sedang bermain bersama bandnya, The Quarry Man, di sebuah gereja di dekat Liverpool, dan dia terkesan oleh kemampuan Paul dalam memainkan music Eddie Cochran dan Gene Vincent. Yang tak kalah penting, keduanya juga dipersatukan oleh rasa kehilangan yang mendalam: ibu McCartney, Mary, wafat akibat kanker payudara pada Oktober 1956, dan ibu Lennon tewas ketika ditabrak oleh mobil pada Juli 1958. Dengan bekerja sama, John dan Paul menemukan tujuan hidup yang baru di dunia. Selama periode yang lama, mereka menulis lagu bersama-sama, bertukar ide melodi dan lirik, dan bahkan setelah mereka mulai menulis secara terpisah, mereka masih saling mengandalkan untuk menyelesaikan atau memperbaiki sebuah lagu. Namun, mereka adalah pria-pria dengan pendekatan yang sangat berbeda dalam membuat musik. McCartney teratur dan telaten, dan mengutamakan kesenian; Lennon lebih berantakan, jarang berlama-lama dalam menggarap lagu dan, walau bersikap gegabah, merasa kurang percaya diri terhadap karya-karyanya ketimbang mitranya. Kontras itu semakin tampak seiring perjalanan waktu. McCartney semakin banyak menciptakan narasi manusia sehari-hari dan lagu-lagu perayaan; Lennon menulis dari sudut pandang yang menurutnya lebih otentik, personal dan penuh keresahan. Paul berkata, Come and see the show, kata Lennon belakangan. Saya berkata, I read the news today, oh boy.

Karena Lennon dan McCartney mendominasi penciptaan lagu dan vokal The Beatles, mereka praktis memimpin band itu, walau Lennon selalu memegang senioritas secara implisit. Meskipun demikian, The Beatles menaati aturan demokrasi, yang memiliki peran signifikan di tahun 1966 ketika John, George dan Ringo, setelah tur selama bertahun-tahun, membujuk Paul bahwa mereka sebaiknya berhenti memainkan musik dalam konser. Selama sekitar tiga bulan, keempat anggota menempuh jalan masing-masing. Di saat yang bersamaan, John Lennon mulai merasa ragu: Saya berpikir, Inilah akhirnya, yang sebenarnya. Tidak akan ada tur lagi. Itu berarti akan ada tempat kosong di masa depan… Di saat itulah saya mulai memikirkan kehidupan tanpa The Beatles akan seperti apa? Di saat itulah tertanam ide bahwa saya harus keluar [dari The Beatles], entah bagaimana caranya, tanpa dipecat oleh yang lain. Tapi saya tak pernah bisa melangkah keluar dari istana itu karena itu terlalu menakutkan.

Tak lama kemudian, band itu berkumpul kembali untuk menggarap karyanya yang paling bersejarah, Sgt. Peppers Lonely Hearts Club Band tapi di saat itu pula hubungan internal The Beatles berubah menjadi aneh dan rumit, bahkan tersirat. Konsep album itu adalah ide McCartney, dan walau Lennon bertanggung jawab atas lagu terbaik di Sgt. Pepper, A Day in the Life, belakangan dia berkata bahwa kontribusinya terhadap album itu adalah renungan keputusasaan yang terselubung. Saya masih mengalami depresi besar pada Pepper, dan saya tahu pada saat itu Paul tidak begitu, Dia merasa penuh kepercayaan diri…saya merasa se-tengah mati. Bisa dibilang ini memang cara kerja Lennon dia bangkit atau tenggelam di saat krisis tapi pada saat ini dia memang berada dalam sebuah titik penentuan. Dia merasa dirinya terjebak dalam sebuah kehidupan rumah tangga yang datar dan tanpa cinta tanpa cinta dari dirinya, karena istrinya, Cynthia, sangat mencintainya dan merasa kalah bersaing terhadap McCartney, yang merupakan pria yang bebas, terkenal serta tinggal di London, yang menghadiri acara-acara kebudayaan terkini di kota itu dan mendalami beraneka ragam musik dan budaya yang cutting edge. Lennon memang tidak menjalani kehidupan di luar itu, tapi dia menjalani sebuah kehidupan yang tertutup di mana dia sering menenggak LSD sampai beberapa orang khawatir bahwa dia akan menghapus identitasnya sendiri. Belakangan, George Harrison berkata, Bisa dibilang, seperti ilmu psikiater, LSD dapat menghapuskan banyak hal kita bisa melihat itu, karena obat itu begitu kuat. Tapi kami mungkin tidak menyadari betapa kacaunya keadaan John.

Pada Agustus 1967, kepemimpinan di dalam dan di sekitar The Beatles semakin bergeser setelah manajer mereka, Brian Epstein, ditemukan tewas di rumahnya di London akibat overdosis obat-obatan yang tak disengaja. Epstein sudah lama mengalami depresi, tapi dia tetap penuh dedikasi kepada band itu, dan banyak orang dekat grup itu merasa bahwa Brian membuat The Beatles tetap rendah hati dan terlindung. Di saat itu saya tahu kalau kami akan mengalami masalah, kata Lennon belakangan. Saya tidak berharap apa-apa terhadap kemampuan kami untuk melakukan apa saja selain bermain musik, dan saya takut. Saya berpikir, Weve fuckin had it.

Namun, McCartney tidak berpendapat demikian. Lima hari setelah kematian Epstein, Paul membujuk rekan-rekannya untuk membuat Magical Mystery Tour, sebuah proyek film dan musik fantasi. Band itu menghabiskan akhir musim panas dan awal musim dingin dengan syuting adegan-adegan aneh dan merekam musik untuk mengiringi adegan-adegan itu. Walau ini adalah sebuah proyek kolaborasi bebas antara keempat anggota The Beatles, tidak dapat diragukan lagi bahwa pada dasarnya Magical Mystery Tour adalah ciptaan McCartney. Film itu ditayangkan untuk pertama kali di BBC sehari setelah Natal 1967, dan esok harinya langsung dihujat oleh kritikus (Jelas-jelas sampah, kata Daily Express dari London.) Kabarnya, Lennon agak terpukul karena akhirnya McCartney mengalami kegagalan.

Karya Terbaik

Karya terbaik

Band legenda asal Liverpool ini telah mengeluarkan 12 album sejak tahun 60an, dengan begitu banyaknya lagu-lagu yang telah menjadi hits di tanggal lagu dunia membuat Band legenda asal Liverpool ini telah mengeluarkan 12 album sejak tahun 60an, dengan begitu banyaknya lagu-lagu yang telah menjadi hits di tanggal lagu dunia membuat Beatles tetap terdengar hingga saat ini.

Inilah 10 lagu terbaik Beatles versi majalah Rolling Stone:

1. A Day in the Life.
Lagu Lennon-McCartney ini baru dikenal sebagai salah satu karya terbaik Beatles setelah tahun 80-an, setelah kematian Lennon.

2. I Want to Hold Your Hand.
Lagu Lennon-McCartney ini menjadi lagu pertama Beatles yang menyihir Amerika dan yang mengawali Beatlemania disana.

3. Strawberry Fields Forever.
Lennon pernah berkata bahwa, “Growing up was scary because there was nobody to relate to.”. Strawberry Field adalah tempat penampungan anak-anak muda di dekat rumah Lennon yang selalu menjadi kenangan buruk Lennon semasa kecilnya. Dan dengan lagu ini, Lennon sudah melupakan hal itu.

4. Yesterday.
Lagu Beatles sepanjang sejarah yang paling sering di cover. Lagu ini juga bermula dari impian McCartney.

5. In My Life.
Satu-satunya lagu Lennon-McCartney yang menjadi perdebatan siapa yang menulis apa.

6. Something. Sebelum lagu ini menjadi lagu kedua Beatles yang sering di cover setelah “Yesterday”, Lennon mengatakan lagu yang ditulis oleh Harrison ini adalah lagu terbaik di album Abbey Road, dan McCartney mengatakan bahwa ini adalag lagu terbaik yang pernah ditulis Harrison.

7. Hey Jude.
Lirik McCartney di lagu “Hey Jude” ini terinspirasi oleh anak John dan Cynthia Lennon, Julian. Yang pada awalnya Lennon mengira McCartney menulis lagu ini karena terinspirasi oleh hubungan Lennon dengan Yoko Ono

8. Let It Be.
McCartney menulis lagu ini ketika Beatles berada diambang kehancuran. Sebulan setelah lagu ini rilis, McCartney mengumumkan bahwa Beatles telah bubar.

9. Come Together.
Pada awalnya, Lennon mempersembahkan lagu ini untuk Timothy Leary sewaktu dia mencalonkan diri menjadi gubernur California pada tahun 1970, lagu ini kemudian menjadi lagu terakhir Beatles yang direkam di studio sebelum pecah.

10. While My Guitar Gently Weeps.
George Harrison mengambil kata-kata ‘gently weeps’ dari sebuah buku secara acak. Dan Harrison mengajak Eric Clapton untuk mengisi aransemen gitar di lagu ini.

SUMBER INSPIRASI THE BEATLES

 

Siapa sangka ternyata legenda The Beatles cara bermusiknya dan aksi panggungnya terinspirasi dari Band Indonesia yakni THE TIELMAN BROTHER’S. THE TIELMAN BROTHER’S menjadi sejarah musik Rock n Roll di Indonesia yang dilupakan bangsanya. Mereka adalah orang keturunan Maluku yang besar di Surabaya dan pindah ke Belanda untuk mengadu nasib. Mereka adalah kakak beradik dari pasangan Herman Tielman dan Flora Lorine Hess.

THE TIELMAN BROTHER’S, Andy Tielman sang frontman sering beratraksi bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan, jauh mendahului Jimi Hendrix pada tahun 1956. Aksi ini 11 tahun sebelum permainan gila gitaris Jimi Hendrix yang terkenal pada tahun 1967.

Pelopor musik Rock n Roll adalah BAND INDONESIA!!!!! Band inilah yang menginspirasikan THE BEATLES!!!!! Band ini datang sebelum masa Rock n Roll dan band ini adalah orang INDONESIA!!!!Keturunan Maluku yang besar di Surabaya.

Paul McCartney ternyata mengagumi band ini dan terinspirasi
THE TIELMAN BROTHER’S sebelum The Beatles terkenal pada awal 1960-an. Saat The Beatles manggung di Jerman, grup band asal Inggris ini sempat melihat penampilan THE TIELMAN BROTHER’S yang manggung menggunakan Hofner Violin Bass. Dan saat itulah pertama kalinya Paul McCartney melihat Hofner Violin Bass. Andy Tielmans sang gitaris memakai Fender Jazz Master khusus 10 strings. Fender sengaja mengirim Representativenya ke Jerman saat itu untuk merancang gitar buat Andy Tielmans.

Pada awal tahun 1960-an, mereka menciptakan 4 lagu ciptaan mereka sendiri, yaitu My Maria, You’re Still The One, Black Eyes, dan Rock Little Baby. Lagu-lagu mereka ini ternyata disukai oleh orang2 Belanda. Mereka menyebut musik THE TIELMAN BROTHER’S sebagai musik beraliran Indorock.

Dedikasi dan Inovasi Andy sangat berpengaruh bagi perkembangan budaya pop Belanda sehingga membawa gelar The Godfather of Dutch Rock n Roll, The Uncrowned King of Indorock, dan penghargaan Order of the Orange-Nassau ke pangkuanya. Jadi, mulai sekarang kita harus bangga dengan apa yang sudah kita miliki, dan jangan melupakan sejarah tentang bangsa sendiri.

Album The Beatles

THE BEATLES ALBUMS

Album: 1962-1966 (The Red Album)
Artist(Band): The Beatles
Date: 04/02/1973

Album: 1967-1970 (The Blue Album)
Artist(Band): The Beatles
Date: 04/02/1973

Album: A Hard Day’s Night
Artist(Band): The Beatles
Date: 07/10/1964

Album: Anthology 1
Artist(Band): The Beatles
Date: 11/21/1995

Album: Anthology 2
Artist(Band): The Beatles
Date: 03/19/1996

Album: Anthology 3
Artist(Band): The Beatles
Date: 10/29/1996

Album: Beatles For Sale
Artist(Band): The Beatles
Date: 12/04/1964

Album: Free As A Bird
Artist(Band): The Beatles

Album: Help!
Artist(Band): The Beatles
Date: 08/06/1965

Album: Hey Jude
Artist(Band): The Beatles
Date: 02/26/1970

Album: Let It Be
Artist(Band): The Beatles
Date: 05/08/1970

Album: Love
Artist(Band): The Beatles
Date: 11/21/2006

Album: Magical Mystery Tour
Artist(Band): The Beatles
Date: 09/22/1987

Album: Past Masters, Vol. 1
Artist(Band): The Beatles
Date: 03/07/1988

Album: Please Please Me
Artist(Band): The Beatles
Date: 03/22/1963

Album: Real Love
Artist(Band): The Beatles

Album: Revolver
Artist(Band): The Beatles
Date: 08/05/1966

Album: Rubber Soul
Artist(Band): The Beatles
Date: 11/03/1965

Album: Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band
Artist(Band): The Beatles
Date: 11/05/1995

Album: Sing-A-Long
Artist(Band): The Beatles
Date: 11/03/1998

Album: The Beatles 1
Artist(Band): The Beatles
Date: 11/14/2000

Album: The Beatles (The White Album)
Artist(Band): The Beatles
Date: 05/01/1968

Album: With The Beatles
Artist(Band): The Beatles
Date: 11/22/1963

Album: Yellow Submarine
Artist(Band): The Beatles
Date: 01/13/1969

Album: Yellow Submarine (Reissue)
Artist(Band): The Beatles
Date: 09/14/1999

Personel The Beatles

John Lennon




John Winston Ono Lennon (9 Oktober 19408 Desember 1980) paling dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu, instrumentalis, penulis, dan aktivis politik yang terkenal di seluruh dunia sebagai pemimpin dari The Beatles. Lennon dan Paul McCartney membentuk partnership pencipta lagu yang paling sukses dan berhasil hingga saat ini. Lennon dengan sinismenya dan mcCartney dengan optimismenya melengkapi satu sama lain dengan sangat baik. Setelah bubarnya The Beatles pada tahun 1970, ia juga sukses dengan karir solonya. Salah satu hitsnya yang hingga kini masih sangat terkenal adalah Imagine, lagu yang kemudian menjadi salah satu himne perdamaian dunia.

John Winston Lennon lahir pada tanggal 9 Oktober 1940 di Liverpool, dari pasangan Julia Stanley dan Alfred Lennon. Alfred seorang pelaut yang sering berpergian dan jarang kembali ke Liverpool. Bahkan ia tidak hadir pada saat John kecil lahir. Konon, pada malam Lennon lahir, sedang terjadi serangan Jerman atas Inggris pada Perang Dunia II. Didorong oleh kejadian ini, dan juga kekaguman Julia pada Winston Churchill, bayi itu pun diberi nama tengah Winston, dari nama Perdana Menteri Inggris yang tenar itu.

Lennon kecil hidup dalam pengasuhan ibunya. Julia kemudian bertemu dengan John Dykins, dan kemudian ia dan Lennon pindah tinggal bersama pria itu di sebuah apartemen kecil. Perilaku ini menjadi gunjingan orang di Liverpool, karena Julia masih berstatus sebagai istri Alfred Lennon. Kakak tertua Julia, Mimi Smith, akhirnya memaksa untuk memboyong John kecil tinggal bersamanya. Pada tahun 1946, Alfred kembali ke Liverpool dan membawa Lennon untuk liburan bersama ke Blackpool. Julia dan John mengetahui hal ini, lalu mengikuti mereka. Di Blackpool, Lennon dihadapkan pada 2 pilihan untuk mengikuti ayahnya atau ibunya. Lennon memilih untuk mengikuti ayahnya, namun ketika ibunya berbalik dan akan pergi, ia pun menangis dan menghampiri ibunya.

Masa mudanya dihabiskan John bersama keluarga Smith; Mimi dan suaminya, George. Mimi adalah seorang bibi yang sangat keras dan tegas dalam mendidik Lennon kecil. Julia masih sering mengunjungi John, dan begitu pula John yang sering mengunjungi Julia di apartemennya bersama Dykins. Pertemuan-pertemuan inilah yang mengenalkan John pada banjo dan sedikit piano. Julia pula yang membelikan Lennon gitarnya yang pertama. Mimi dikenal sangat skeptis terhadap kegemaran Lennon bermain gitar. “Gitar memang oke, John, tapi kamu tidak bisa hidup dari itu.” Beberapa tahun kemudian, ketika Lennon telah sukses, ia menghadiahkan Mimi sebuah plakat emas bertuliskan kata-kata tersebut.

Kejadian menyedihkan dialami Lennon ketika ibunya meninggal tertabrak mobil di dekat rumah Mimi, di depan mata Lennon yang saat itu masih berusia 17 tahun. Sifat anti pihak penguasa mungkin bermula dari peristiwa ini. Ibunya meninggal dunia karena kecerobohan seorang polisi mengendara dalam keadaan mabuk, kendati demikian polisi tersebut lepas dari segala tuntutan. Lennon dikenal sebagai badut kelas di sekolah. Di kelas ia hanya menggambar kartun guru-gurunya dan melucu. Rapornya sangat buruk, dan akhirnya ia masuk ke Liverpool College of Art. Di sinilah ia bertemu dengan Cynthia Powell, yang kemudian menjadi istrinya yang pertama. Di college, ia tetap tidak serius dan akhirnya keluar sebelum menyelesaikan pendidikannya.

Lennon juga menunjukkan sifatnya yang pemberontak dan selera humornya yang sinis dalam film-film seperti A Hard Day’s Night (1964), dalam buku yang ditulisnya seperti In His Own Write, konferensi pers dan wawancara. Ia menggunakan kepopulerannya untuk kegiatannya sebagai aktivis perdamaian, seniman dan penulis.

Saat ia masih bergabung dengan The Beatles, Lennon (bersama Yoko Ono, istrinya) merekam tiga album eksperimental, Unfinished Music No. 1 : Two Virgins, Unfinished Music No. 2 : Life with the Lions, dan Wedding Album. Album solo pertamanya, di luar ketiga proyek tersebut adalah Live Peace di Toronto 1969, dengan Plastic Ono Band. Ia juga merekam tiga singel, anthem anti-perang “Give Peace a Chance”, “Cold Turkey”, dan “Instant Karma”. Setelah bubarnya The Beatles di 1970, Lennon meluncurkan album John Lennon/Plastic Ono Band. Lagu “God” menuliskan orang-orang dan hal-hal yang tidak dipercayai Lennon – berakhir dengan “Beatles”.

Album Imagine menyusul di tahun 1971, dan lagu dengan judul yang sama menjadi anthem bagi gerakan anti-agama dan anti-perang. Videonya direkam serba putih (pakaian putih, piano putih,ruangan putih). Ia menulis “How Do You Sleep?” sebagai serangan pada McCartney, dan menampilkan George Harrison pada gitar. Namun kemudian Lennon mengklaim lagu tersebut adalah tentang dirinya sendiri.

Sometime in New York City (1972) lantang dan secara eksplisit berbau politik, dengan lagu mengenai pemberontakan di penjara, diskriminasi rasial, peran Inggris terhadap Irlandia Utara, dan permasalahannya sendiri dalam memperoleh Green Card di Amerika Serikat. Lennon telah tertarik pada politik sayap kiri sejak akhir tahun 1960.Pada tanggal 30 Agustus 1972, Lennon dan band pendukungnya, Elephant’s Memory, tampil dalam dua konser di Madison Square Garden di New York. Ini adalah penampilan konser penuh Lennon yang terakhir.

Lennon dan Ono sempat berpisah untuk beberapa minggu. Lennon pindah ke California, dan memulai periode yang disebutnya sebagai ‘lost weekend’ (walaupun sebenarnya ini berlangsung sekitar 18 minggu). Lennon meirlis Mind Games di tahun 1973, yang dikreditkan pada “The Plastic U.F. Ono Band”. Ini juga album solo pertama yang diproduksi Lennon tanpa input dari Yoko. Lennon menulis “I’m the Greatest” untuk album Ringo Starr, ‘Ringo’, dan merekam versinya sendiri dari lagu itu (yang terdapat pada album ‘John Lennon Anthology’). Perilaku Lnenon pada masa ini sangat buruk, dengan banyak malam dihabiskan di tempat pemabuk. Lagu-lagu dalam periode ini (terdapat pada Mind Games dan Walls and Bridges memuat nada meminta maaf yang sepertinya ditujukan pada Ono. Dari saran Ono, Lennon mengambil May Pang sebagai asisten dan kekasihnya pada masa ini.

Lennon tampil sebagai tamu kejutan pada konser Elton John di Madison Square Garden di mana mereka menampilkan “Lucy in the Sky with Diamonds“, “Whatever Gets You Thru The Night“, dan “[I Saw Her Standing There]]” bersama. Ini adalah penampilan konser terakhirnya di depan audiens rock. Kebetulan, Yoko Ono hadir pada konser itu, dan setelah pertemuan di belakang panggung, keduanya kembali bersama. Setelah penampilan itu, Lennon pergi ke Florida dan menandatangani pembubaran The Beatles secara hukum. Kemudian Lennon kembali tinggal bersama Yoko Ono, dan Ono hamil dengan putra pertama mereka.
Di tahun 1975, Lennon meluncurkan album Rock ‘n’ Roll, yang berisi versi kover dari lagu-lagu artis lain. Album ini tidak diterima dengan baik oleh banyak kritikus, namun memuat sebuah lagu yang banyak dipuji, “Stand By Me“. David Bowie memperoleh posisi nomor satu di tangga lagu Amerika Serikatnya yang pertama (di tahun 1975) dengan lagu “Fame”, yang juga ditulis oleh Lennon (yang juga mengisi vokal dan gitar) dan Carlos Alomar.
Lennon tampil pada penampilan musikal publiknya yang terakhir di ATV, 18 April 1975, menampilkan “Imagine” dan “Slippin’ and Slidin” dari LP Rock ‘n’ Roll. Dan pada 9 Oktober 1975 – ulang tahun Lennon yang ke-35 – putranya Sean Taro Ono Lennon lahir, dan Lennon pun berhenti dari bisnis musik untuk merawatnya.

Masa istirahat Lennon berakhir di tahun 1980, tahun di mana ia menulis banyak lagu saat liburan ke Bermuda, dan mulai berpikir untuk merekam album baru. Lennon dan Ono pun akhirnya memproduksi album Double Fantasy, album konsep yang fokus pada hubungan mereka. Nama album ini diinspirasikan dari spesies yang dilihat Lennon di Bermuda Botanical Gardens; ia menyukai nama itu dan berpikir bahwa itu adalah deskripsi yang sempurna bagi pernikahannya dengan Ono.Pasangan Lennon memulai kembali wawancara-wawancara dan perekaman video untuk mempromosikan album itu. Walaupun Lennon berkata pada wawancara bahwa ia tidak pernah menyentuh gitar selama 5 tahun, beberapa lagu seperti “I’m Losing You” dan “Watching the Wheels” dikerjakan di rumahnya. “(Just Like) Starting Over” pun mendaki tangga lagu, dan Lennon mulai berpikir tentang tur keliling dunia.
Menjelang akhir hidupnya, Lennon menunjukkan ketidaksenangannya akan autobiografi George Harrison, I Me Mine. Menurut Ono, ia juga tidak senang karena lagu-lagu McCartney seperti “Yesterday“, “Hey Jude“, dan “Let It Be” lebih banyak dinyanyikan artis lain daripada lagu yang diciptakannya.

Lennon ditembak mati Mark David Chapman di depan apartemennya di New York, pada tanggal 8 Desember 1980.

Paul McCartney

James Paul McCartney lahir di Walton General Hospital di Liverpool, Inggris, tanggal 18 Juni 1942. Di rumah sakit itulah ibunya, Mary, bekerja sebagai perawat. McCartney memiliki seorang adik laki-laki, Michael, yang lahir pada tanggal 7 Januari 1944. McCartney dibaptis dalam agama Katolik Roma, namun dibesarkan tanpa pengaruh kental agama tersebut, karena ibunya seorang Katolik Roma dan ayahnya, James ‘Jim’ McCartney, adalah seorang Protestan yang kemudian menjadi agnostik. McCartney memiliki keturunan Irlandia.

Di tahun 1947, ketika McCartney berusia lima tahun, ia masuk ke Stockton Wood Road Primary School, kemudian Joseph Williams Junior School, dan kemudian lulus ujian di tahun 1953. Ia adalah salah satu dari empat orang yang lulus ujian tersebut, dengan 90 orang pendaftar, yang kemudian menempatkan dia di Liverpool Institute, institut yang cukup bergengsi di Liverpool. Ia bertemu dengan George Harrison pada bus menuju ke Institut, karena Harrison tinggal di dekatnya.

Di tahun 1955, keluarga McCartney pindah ke Forthlin Road nomor 20 di Allerton, yang kini dimiliki oleh National Trust. Mary McCartney wafat di tahun 1956, ketika McCartney masih berusia 14 tahun. Peristiwa ini yang kemudian membuat McCartney ‘terhubung’ atau ‘merasa dekat’ dengan John Lennon, yang ibunya wafat ketika Lennon berusia 17 tahun.
Ayah McCartney adalah seorang peniup terompet dan juga pianis, yang memimpin ‘Jim Mac’s Jazz Band’ di tahun 1920an, dan mendidik kedua anaknya dengan musik. Jim memiliki piano di rumahnya, dan kakek McCartney, Joe, bermain tuba. Jim pernah membelikan putranya terompet, namun ketika musik skiffle populer di Liverpool, McCartney menukarnya dengan gitar akustik Zenith.

McCartney menemukan bahwa ia kidal ketika ia terus kesulitan bermain dengan tangan kanan. McCartney menulis lagunya yang pertama ‘I Lost My Little Girl’ dengan gitar Zenithnya, dan menggunakan gitar ayahnya saat menulis lagu-lagu pertamanya dengan John Lennon. Ia kemudian bermain piano dan menulis ‘When I’m Sixty-Four’, yang kemudian menjadi salah satu lagu The Beatles di album Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band yang terkenal. Ayahnya menyarankan untuk mengambil pelajaran musik, yang dituruti oleh McCartney. Namun McCartney kemudian menyadari bahwa ia lebih mampu belajar ‘dengan telinga’ dan tidak pernah memperhatikan kelas musiknya.

McCartney bertemu John Lennon untuk pertama kalinya saat ia melihat Lennon dan bandnya Quarrymen tampil di Woolton, di tanggal 6 Juli 1957. Mereka pun mulai bersahabat, dan Lennon menerima McCartney dalam Quarrymen. Pada awal persahabatan mereka, bibi Lennon, Mimi Smith, tidak menyukai McCartney karena ia berasal dari kelas pekerja. Sementara, ayah McCartney berkata pada putranya bahwa Lennon akan ‘membawanya pada masalah’ walaupun pada akhirnya Jim McCartney mengizinkan Quarrymen berlatih di kamar depan rumahnya.

McCartney membentuk suatu partnership yang akrab dengan Lennon, dan mereka berkolaborasi dalam banyak lagu. Ia meyakinkan Lennon untuk mengizinkan Harrison bergabung dengan Quarrymen. Harrison pun bergabung sebagai lead guitarist, diikuti oleh teman Lennon, Stuart Sutcliffe di bass, yang tidak disetujui McCartney karena Sutcliffe tidak memiliki kemampuan bermusik yang baik. Hingga bulan mei tahun 1960, mereka telah mencoba beberapa nama, termasuk The Silver Beetles. Band itu menjadi The Beatles saat mereka tampil di Hamburg, di tahun 1960.

McCartney sendiri semakin mapan sebagai partnership Lennon dalam menulis lagu yang amat sukses. Mereka berdua menciptakan mayoritas lagu-lagu The Beatles. Mereka biasanya membutuhkan satu atau dua jam untuk menulis sebuah lagu, dan biasanya mereka menulis di kamar hotel setelah konser, di Wimpole Street, Cavendish Avenue, atau di Kenwood (rumah John Lennon). McCartney juga menulis lagu untuk artis lain, seperti Billy J. Kramer, Cilla BLack, Badfinger, dan Mary Hopkin. Yang mungkin paling diingat publik adalah dua lagu hit yang ditulisnya untuk Peter & Gordon. Peter adalah saudara Jane Asher, pacar McCartney saat itu.

McCartney sering pergi ke klab-klab malam sendirian, menonton kabaret, makan dan berdansa hingga pukul 4. McCartney sering mendapat perlakuan istimewa ke manapun mereka berada, yang biasanya diterimanya dengan senang hati. Ia bahkan pernah menerima tawaran seorang polisi yang ingin memarkir mobil McCartney. McCartney kemudian sering mengunjungi klab judi setelah pukul 4, seperti ‘The Curzon House’ dan sering bertemu Brian Epstein di sana. Kemudian ia berpindah ke ‘the Scotch of St. James’ di 13 Masons Yard. Ia juga sering pergi ke klab ‘The Bag O’ Nails’ di Kingly Street, di Soho, London, di mana ia bertemu Linda Eastman.

Di tahun 1966, akhirnya The Beatles memutuskan untuk berhenti mengadakan konser. Selain karena begitu ributnya penonton sehingga musik mereka menjadi tidak terdengar jelas, musik The Beatles juga telah menjadi amat berkembang sehingga tidak dapat dimainkan secara langsung dengan teknologi pertunjukan live di masa itu. McCartney menjadi beatle terakhir yang menyetujui usulan itu. Keputusan ini ditanggapi secara luas di dunia, yang menyangsikan kelanjutan band ini. Namun The Beatles menjawabnya dengan album Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band di tahun 1967, yang hingga kini masih diakui banyak kalangan sebagai salah satu album terbaik sepanjang masa.

McCartney adalah beatle pertama yang ikut serta pada proyek musik di luar grup tersebut, ketika ia menulis lagu-lagu untuk film ‘The Family Way’ di tahun 1966. Soundtracknya kemudian dirilis sebagai album dan memenangkan Ivor Novello Award untuk ‘Lagu Tema Instrumental Terbaik’, mengungguli musisi jazz ternama Mike Turner. McCartney menulis lagu dan memproduksi artis-artis lain, seperti Mary Hopkin, Badfinger, dan the Bonzo Dog Band, dan di tahun 1966 ia diminta untuk menulis lagu untuk produksi National Theatre, As You Like It dari William Shakespeare, namun ia menolaknya.

Setelah kematian Epstein di tahun 1967, McCartney mengambil alih kepemimpinan band itu dari Lennon. McCartney lah yang menggagas album Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band, film Magical Mystery Tour, film animasi Yellow Submarine, dan juga konsep serta pemfilman album Let It Be.

McCartney kemudian berusaha untuk meyakinkan Lennon, Harrison dan Starr untuk kembali mengadakan konser, namun ketiga anggota lain tidak menyetujuinya. Walaupun Lennon telah meninggalkan grup itu di bulan September 1969, dan Harrison serta Starkey telah meninggalkan grup itu beberapa kali, McCartney adalah orang pertama yang mengumumkan pada publik bubarnya The Beatles di tanggal 10 April 1970 – seminggu sebelum merilis album solonya, McCartney. McCartney mengajukan tuntutan hukum di tanggal 31 Desember 1970, menuntut pembubaran partnership The Beatles secara legal oleh pengadilan.

George Harrison

George Harrison adalah musisi terkenal dan gitaris yang legendaris dari band The Beatles.
Lahir pada 24 Februari 1943 di Wavertree, Liverpool, Inggris. George memulai karirnya di bidang musik saat ia berusia 17 tahun, bersama rekannya yang lain yaitu John Lennon, Paul McCartney, Stuart Sutcliffe dan Pete Best dalam sebuah band yang nantinya merupakan cikal bakal dari The Beatles (ketika itu masih bernama “The Quarrymen”).

Kemudian, seiring perjalanan waktu, band terkaya di dunia itu harus melewati masa-masa sulit yang mana pada akhirnya membubarkan diri.

Setelah The Beatles bubar, ia tetap berkarir di dunia musik dan lebih dikenal sebagai penyanyi dengan karya berupa solo gitar.

George juga membuka bisnis yang cukup besar di lahan perfilman dan rekaman. Dalam bisnis ini George pernah terancam bangkrut pada era 80-an.

George menikah dua kali: Patricia (dinikahinya pada 1966 kemudian bercerai 1975) dan Olivia (menikah pada 1978). Dari Olivia, George memiliki seorang putra yang diberi nama Dhani Harrison (lahir 1978).

Harrison meninggal dunia pada 29 November 2001 di Beverly Hills, Los Angeles, Amerika Serikat dalam usia 58 tahun karena kanker.

Ringo Starr

Richard Starkey, MBE (lahir 7 Juli 1940 di Liverpool, England), dikenal dengan nama panggungnya Ringo Starr, adalah musikus terkenal dari Britania Raya, paling populer sebagai drummer The Beatles.

Sejarah

Sejarah The Beatles

The Beatles adalah salah satu grup musik rock paling awal sekaligus paling berpengaruh di era modern. Beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr, kebanyakan lagu mereka ditulis oleh Lennon dan McCartney. Popularitas mereka sedemikian tingginya di Britania Raya sehingga di tahun 1963 pers menelurkan istilah “Beatlemania“. Mereka juga kemudian meraih sukses di Amerika Serikatdan seluruh dunia.

Dibentuk di Liverpool tahun 1959 dengan formasi awal John Lennon (Vokal, Gitar), Paul Mc Cartney (Vokal, Gitar), George Harrison (Vokal, Gitar), Stuart Sutcliffe (Bass) dan Pete Best (Drum). Namun tak lama kemudian Stuart Sutcliffe mengundurkan diri (hijrah ke Jerman dan menikahi Astrid Kircherr dan meninggal disana tahun 1962 akibat pendarahan di otak). Lalu pada tahun 1962 Pete Best hengkang dari The Beatles, dan posisinya digantikan oleh Richard Starkey alias Ringo Starr.
Manager The Beatles, Brian Eipstein, pertama kali mengenal Beatles lewat banyaknya request pembeli piringan hitam di toko musiknya. Pertama kali Brian mencoba menawarkan Beatles kepada Decca Record, label besar perusahaan rekaman kala itu. Audisi bisa didapat, hanya saja manajemen Decca berpendapat bahwa kelompok musik gitar sudah lewat masa tenarnya. Kendati keempat pemuda menjadi patah arang, Brian akhirnya bisa mendapatkan audisi bagi mereka di satu label rekaman, Parlophone, yang sejatinya adalah perusahaan rekaman untuk siaran radio. George Martin, manajer Parlophone, setuju, dan dimulailah perekaman untuk album pertama The Beatles yang bertajuk “Please Please Me”. Lagu Please Please Me dan Love Me Do merupakan andalan untuk album tersebut.
The Beatles pada awalnya bernama The Quarrymen di tahun 1957. Quarrymen adalah sebuah band skiffle (band dengan menggunakan alat-alat rumah tangga, yang saat itu sedang tren di Liverpool) yang beranggotakan Lennon dan teman-temannya di Quarry Bank Grammar School. Di tanggal 6 Juli 1957, Quarrymen tampil pada sebuah acara gereja di Gereja St. John, Woolton. Di acara inilah Lennon pertama kali bertemu dengan Paul McCartney, yang saat itu menonton penampilan Quarrymen. McCartney sangat kagum akan penampilan band tersebut, dan lalu menghampiri Quarrymen di belakang panggung, ditemani temannya Ivan Vaughan yang juga teman Lennon.
Tak lama kemudian, McCartney bergabung dengan Quarrymen. Lennon dan McCartney menjadi sangat dekat, dan sering terlihat bersama. Keduanya terlibat dalam rasa ‘senasib’ karena keduanya kehilangan ibu mereka di masa mudanya. McCartney juga kehilangan ibunya karena kanker, saat usianya 15 tahun. Lennon dan McCartney mulai menulis lagu bersama maupun sendiri-sendiri. Salah satu lagu yang dihasilkan pada masa-masa ini adalah ‘Hello Little Girl’ yang kemudian menjadi hits oleh The Fourmost di tahun 60an.
Kemudian, McCartney memperkenalkan temannya, George Harrison, yang setahun lebih muda daripadanya kepada Lennon. Harrison yang piawai bermain gitar pun berkeinginan bergabung dengan Quarrymen. Lennon, yang pada awalnya keberatan karena Harrison dinilai terlalu muda, akhirnya pun setuju setelah dibujuk McCartney. Bergabungnya Harrison disusul oleh Stuart Sutcliffe, sahabat Lennon di Sekolah Seni, yang menjadi basis. Sutcliffe sebenarnya tidak dapat bermain bas, namun Lennon bersikeras untuk mengajaknya ikut dengan Quarrymen. Quarrymen pertama kali merekam suara mereka dalam lagu “That’ll be the Day”, lagu Buddy Holly, dan “In Spite of All The Danger”, sebuah instrumental karangan McCartney dan Harrison. Kedua lagu ini, bersama lagu-lagu yang belum dirilis sebelumnya, kemudian dirilis secara resmi di tahun 1994, lewat album The Beatles Anthology.

Quarrymen dalam perjalanannya beberapa kali mengganti nama, dan personel-personelnya datang dan pergi. Band itu kemudian bernama ‘The Beatles’, nama yang konon ditemukan oleh Lennon. Allan Williams menjadi manajer mereka, dan pada tahun 1960 ia berhasil memperoleh kontrak dengan sebuah klab di Hamburg. Band ini pun kemudian pergi ke Hamburg, beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, Stuart Sutcliffe, dan Pete Best. Best adalah drummer mereka saat itu. Di Hamburg, The Beatles tampil setiap malam di klab malam yang kotor, dan tinggal bagai pengamen di penginapan kecil di dekatnya. Namun kemudian mereka dideportasi dari Hamburg, karena George Harrison masih di bawah umur untuk bekerja di sana.
Sekembalinya ke Liverpool, mereka tampil di Cavern Club. Di klab inilah The Beatles menjadi sangat terkenal di Liverpool, setiap show mereka selalu ramai dan panjang antriannya. Namun tak lama kemudian, di paruh akhir tahun 1961, The Beatles kembali ke Hamburg dan merekam ‘My Bonnie’ bersama Tony Sheridan. Stuart Sutcliffe memilih untuk tetap di Hamburg bersama pacarnya, Astrid Kircherr, ketika The Beatles akan pulang ke Liverpool. Maka McCartney mengambil alih bass. Beberapa bulan kemudian, Sutcliffe wafat di Hamburg karena gangguan otak.
The Beatles kembali tampil secara rutin di Cavern Club. Di klab ini, pada bulan November 1961, untuk pertama kalinya Brian Epstein menyaksikan penampilan band ini. Epstein adalah pemilik toko musik North End Music Store (NEMS) di Liverpool, yang mengenal The Beatles karena seorang pelanggannya menanyakan rekaman ‘My Bonnie’ yang direkam band ini bersama Tony Sheridan. Epstein terpesona melihat penampilan The Beatles, dan kemudian menjadi manajer band ini. Epstein menawarkan tape demo The Beatles ke studio-studio rekaman, dan berulang kali ditolak, seperti di Decca Records.
Akhirnya The Beatles diterima di Parlophone Records, label yang ada di bawah pengawasan EMI, dengan produsernya George Martin. Syarat yang diberikan Martin adalah mengganti drummer mereka, Best, yang dianggap kurang kompeten. Best kemudian diganti oleh Ringo Starr (nama aslinya Richard Starkey), drummer asal Liverpool yang sebelumnya bergabung dengan Rory Storm & the Hurricanes. The Beatles meluncurkan singel ‘Love Me Do’ yang langsung mencapai nomor 17 di tangga lagu Inggris. Singel mereka yang kedua, ‘Please Please Me’, menjadi singel pertama mereka yang mencapai peringkat teratas di tangga lagu.
Kesuksesan ini terus berlanjut. Nyaris semua singel mereka mencapai peringkat teratas di tangga lagu Inggris, namun ‘I Wanna Hold Your Hand’ di tahun 1964 adalah singel pertama yang berhasil menembus industri musik Amerika Serikat, sekaligus mengawali apa yang disebut sebagai ‘British Invasion‘. Sejak saat inilah musik The Beatles tersebar ke seluruh dunia, meraih sukses di mana-mana, terkenal di setiap penjuru. Konser mereka selalu dipadati fans yang sangat fanatik, yang mengejar-ngejar band ini ke mana pun mereka pergi. Teriakan fans membuat The Beatles bahkan tidak dapat mendengarkan suara mereka sendiri di atas panggung.
Di tahun 1966, akhirnya The Beatles memutuskan untuk berhenti mengadakan konser. Selain karena begitu ributnya penonton sehingga musik mereka menjadi tidak terdengar jelas, musik The Beatles juga telah menjadi amat berkembang sehingga tidak dapat dimainkan secara langsung dengan teknologi pertunjukan live di masa itu. Keputusan ini ditanggapi secara luas di dunia, yang menyangsikan kelanjutan band ini. Namun The Beatles menjawabnya dengan album Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band di tahun 1967, yang hingga kini masih diakui banyak kalangan sebagai salah satu album terbaik sepanjang masa.
Setelah kematian Epstein di tahun 1967, Lennon adalah orang yang tidak senang akan tindakan McCartney yang mengambil alih kepemimpinan band itu. Ia membenci proyek-proyek yang dipimpin McCartney, seperti film Magical Mystery Tour dan Let It Be. Lennon juga menjadi orang yang pertama kali melanggar kesepakatan awal The Beatles, yaitu untuk tidak membawa istri dan pacar pada proses rekaman, dengan membawa Yoko Ono dalam proses pembuatan album White Album di tahun 1968. Lennon juga orang yang pertama menyatakan ingin keluar dari The Beatles.

Setelah band ini bubar di tahun 1970, perseteruan antara Lennon dan McCartney terus berlanjut. Salah satunya adalah Lennon kesal karena McCartney mendahuluinya dalam menyatakan bubarnya The Beatles. Lennon, Harrison dan Starr juga melawan McCartney di pengadilan dalam membubarkan band ini.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.